
Jadwal kedatangan mengikuti kemampuan proyek menerima beton, bukan hanya kecepatan pemasok mengirim. Pertimbangkan kapasitas muatan, waktu bongkar, pengujian, akses, pergantian truk dan kemampuan tim menempatkan beton.
Hitung skenario awal secara terbuka
Misalnya muatan rencana 3 m³ dan laju penerimaan yang sedang dibahas 6 m³ per jam. Secara aritmetika, muatan tersebut membutuhkan 30 menit untuk diterima. Ini contoh simulasi koordinasi, bukan jaminan kapasitas truk atau kemampuan pompa di proyek Anda.
Waktu itu belum mencakup semua kegiatan. Pergantian kendaraan, pemeriksaan tiket dan manuver dapat menambah durasi. Bila kapasitas penerimaan turun, interval kedatangan yang semula tampak cukup dapat membuat antrean menumpuk.
Petakan titik yang menjadi hambatan
- Apakah hanya satu truk dapat masuk dan keluar pada saat yang sama?
- Di mana kendaraan menunggu tanpa menghalangi jalan umum?
- Siapa memberi informasi ketika alat berhenti atau zona cor belum siap?
- Bagaimana perubahan jadwal diteruskan ke pemasok dan pengemudi?
Dokumentasikan jawaban dalam rencana singkat. Kebutuhan operator, alat cadangan dan titik jeda yang direncanakan dibahas bersama pelaksana. Hindari membuat keputusan struktur spontan karena antrean sudah terjadi.
Gunakan pembaruan keadaan, bukan perkiraan yang dibiarkan
Catat waktu tiba, mulai dan selesai bongkar pada beberapa muatan awal. Bandingkan dengan asumsi rencana. Bila terdapat perbedaan, komunikasikan pembaruan jadwal melalui satu koordinator sehingga tim lapangan dan pemasok menerima informasi yang sama.
Jika pengiriman terputus
Hubungi pengawas untuk menilai konsekuensi pada urutan penempatan dan rencana sambungan. Jangan menambahkan air atau memaksakan pekerjaan hanya agar muatan segera habis. Baca rencana menghadapi jeda pengecoran.
Rujukan mengenai koordinasi sebelum pengecoran: NRMCA CIP 32. Gunakan juga log surat jalan untuk menelusuri muatan dan pelaksanaan aktual.



